Novel Laskar Pelangi, Kisah Perjuangan Anak Belitong

No Comments

Naskah Laskar Pelangi diadaptasi jadi sebuah film tahun 2008 yang berjudul sama. Film Laskar Pelangi diproduksi oleh Miles Films dan Mizan Production, dan digarap oleh sutradara Riri Riza dari daftar slot online. Skenario adaptasi ditulis oleh Salman Aristo dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. Menurut Andrea Hirata, bersama dengan diadaptasi jadi sebuah film.

Pesan-pesan yang terdapat di bukunya diharapkan bisa lebih menyebar ke khalayak lebih luas. Film ini penuh bersama dengan nuansa lokal Pulau Belitong, berasal dari pemanfaatan dialek Belitung sampai aktor-aktor yang jadi anggota Laskar Pelangi juga adalah anak-anak asli Belitung. Lokasi syuting juga di Pulau Belitung dan cost produksinya mencapai Rp 8 Miliar. Jika kemarin kita sempat membahas bagaimana novel romantis karya anak bangsa.

Pengenalan Karakter Pada Novel Laskar Pelangi

Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka terhadap tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak berasal dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh bersama dengan keterbatasan. Mereka adalah:

  • Ikal aka Andrea Hirata
  • Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
  • Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
  • Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
  • A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
  • Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
  • Kucai; Mukharam Kucai Khairani
  • Borek aka Samson
  • Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
  • Harun; Harun Ardhli Ramadan bin Syamsul Hazana Ramadan

Sinopsis

Mereka bersekolah dan studi terhadap kelas yang mirip berasal dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan menyebabkan mereka putus asa, tetapi tambah menyebabkan mereka terpacu untuk bisa melaksanakan suatu hal yang lebih baik.

Laskar Pelangi merupakan buku pertama berasal dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku seterusnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Buku ini tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris selama sejarah. Cerita berlangsung di desa Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel kalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi pas ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya mampir untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai berasal dari penempatan area duduk, pertemuan mereka bersama dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang tambah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilaksanakan oleh Borek, penentuan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, perihal ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi berasal dari rumahnya ke sekolah.

Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah bersama dengan beraneka cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang senantiasa dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya terhadap okultisme yang membuahkan kemenangan manis terhadap karnaval 17 Agustus, dan kegeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama.

Kisah sepuluh kawanan ini berakhir bersama dengan kematian bapak Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah bersama dengan terlampau mengharukan, dan dilanjutkan bersama dengan perihal 12 tahun kemudian dimana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas bersama dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata yang memiliki hobby memainkan sbobet, kami bahkan bisa merasakan semangat era kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *