Kumpulan Novel Puisi Karya Bangsa Terbaru

No Comments

Salah satu karya sastra berupa novel yang dekat dengan kehidupan masyarakat adalah puisi. Lewat urutan kalimat pendeknya, puisi kerap kali dijadikan sarana untuk mengungkap perasaan puas atau menemani momen patah hati. Selain membaca puisi sebenarnya ada banyak hal yang bakal dilakukan para penikmat sakit hati. Ada bahkan beberapa orang yang mengakses agen sbobet88, saat membaca buku puisi, Anda diajak mengeksplorasi berbagai emosi yang tersedia terhadap tiap-tiap bacaan.

Puisi adalah langkah pribadi mengemukakan rasa gelisah yang tersedia di dalam hati. Setuju? Bicara mengenai puisi, banyak sastrawan di negeri ini yang karya-karyanya telah awam kita ketahui, terasa berasal dari Chairil Anwar, Joko Pinurbo, hingga Sapardi Djoko Damono. Di luar nama besar mereka, selagi ini banyak penulis-penulis muda yang karya puisinya tak kalah menggugah hati. Meskipun ada juga yang lebih menyukai novel bercerita seperti novel romantis ayat-ayat cinta. Siapa saja mereka? Berikut saran buku-buku puisi karya penulis muda Indonesia.

To Kill the Invisible Killer – FX Rudy Gunawan & Afnan Malay

To Kill the Invisible Killer merupakan kumpulan puisi tematik, yang hampir sepenuhnya mengangkat tema “melawan COVID-19”. Buku ini sekaligus menjadi bukti bahwa puisi sebagai keliru satu bentuk karya sastra, bukan saja menjadi medium kreatif dan saluran tanggapan pribadi, namun mampu juga berperan sebagai catatan dokumentasi.

“Telah ditemukan langkah gampang untuk menjadi pahlawan: Berdiamlah di rumah. Tutup rapat-rapat pintu dan jendela rumahmu. Jadikan benteng perlindungan berasal dari serangan malapetaka. Selamatkan keluargamu di rumah. Sebab berada di luar rumah sebabkan dirimu menjadi senjata mematikan.”

Museum Kehilangan – Wawan Kurniawan

Museum Kehilangan bukan sekadar kumpulan puisi biasa mengenai kehilangan. Ini adalah puisi mengenai orang yang hilang entah kemana, orang yang mati tanpa memahami siapa pembunuhnya, dan orang yang belum menemukan keadilan untuknya. Hilang begitu saja.

Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali – Adimas Immanuel

Ini adalah kumpulan puisi mengenai kehidupan, cinta, dan keluarga. Disampaikan secara apik dan menarik. Jangan lupa untuk pulang ya, entah siapa yang kamu tuju sebagai rumah nanti.

“Tadi aku pagi yang lahir berasal dari mimpimu. Kini kamu malam yang menua berasal dari ingatanku. Mungkin esok aku menjadi seluruh malam dan pagimu. Mungkin juga esok aku tak menjadi penanda harimu.”

Keterampilan Membaca Laut – Ama Achmad

Perasaan yang kita punyai seluas semesta dan juga samudera, kita wajib punyai Keterampilan Membaca Laut, gara-gara laut menaruh separuh tubuhnya di ke-2 matamu. Puisi-puisi ini adalah sebagian darinya yang tak dulu selesai.

“Hatimu; kota. Sedang aku cuma pejalan kelelahan yang tak berani berharap izin menetap. Jemarimu; tiang dermaga. Sedang aku cuma sampan kecil patah, teronggok di tepi pantai. Tak mampu menyentuhmu. Kau; seluruh yang tak mampu disentuh segalaku.”

Kita adalah Sekumpulan Patah Hati yang Memilih Matahari – Astri Apriyani

Buku ini memuat kumpulan puisi perjalanan, yang ditulis berdasarkan tempat-tempat yang dulu dikunjungi berasal dari berbagai penjuru dunia. Mari kita dengan berkeliling dunia, lewat kata-kata.

Poem Book – Heidi Nasution

Poem Book memuat puisi mengenai kisah pribadi dan berbagai problem yang dialami penulis, yang dikemas secara menarik lewat secarik puisi yang cantik.

“Kamu dengan dia. Setengah obsesi, setengahnya kembali baru cinta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *