The Girl On The Train, Novel Thriller Psikologis Terbaik!

No Comments

The Girl on the Train adalah novel thriller psikologis 2015 oleh penulis Inggris Paula Hawkins yang memberi tambahan narasi dari tiga wanita berbeda berkenaan kasus interaksi dan pesta minuman keras. Sangat berbeda jauh dengan novel puisi karya anak bangsa, genre novel ini mengawali debutnya di posisi nomor satu didalam daftar The New York Times Fiction Best Sellers of 2015 (cetak dan e-book) tertanggal 1 Februari 2015, dan senantiasa di posisi teratas sepanjang 13 minggu berturut-turut, hingga April 2015. Pada Januari 2016, album ini menjadi buku terlaris #1 ulang sepanjang dua minggu. Banyak ulasan menyebut buku itu sebagai “The Next Gone Girl”, mengacu pada psikologi kondang tahun 2012 misteri, oleh penulis Gillian Flynn, bersama dengan tema mirip yang digunakan perawi yang tidak dapat diandalkan.

Pada awal Maret, tidak cukup dari dua bulan sehabis dirilis, novel berikut telah terjual lebih dari satu juta kopi, dan tambahan 1/2 juta pada bulan April. Buku ini mendiami posisi #1 bagan buku bersampul tebal Inggris sepanjang 20 minggu, buku terpanjang yang pernah memegang posisi teratas. Pada awal Agustus, buku berikut telah terjual lebih dari tiga juta eksemplar di AS saja, dan, pada Oktober 2016, diperkirakan 15 juta eksemplar di seluruh dunia. Novel ini juga sudah berhasil di adaptasi menjadi sebuah film.

Edisi buku audio, dirilis oleh Books on Tape, dinarasikan oleh Clare Corbett, Louise Brealey dan India Fisher. Itu memenangkan Penghargaan Audie 2016 untuk “Buku Audio Tahun Ini”. Hak film diperoleh sebelum buku itu apalagi diterbitkan, pada tahun 2014, oleh DreamWorks Pictures untuk Marc Platt Productions. Adaptasi film Amerika, yang dibintangi oleh Emily Blunt dan disutradarai oleh Tate Taylor, dirilis pada 7 Oktober 2016. Ceritanya adalah narasi orang pertama yang diceritakan dari sudut pandang tiga wanita: Rachel Watson, Anna Boyd, dan Megan Hipwell.

Plot Singkat The Girl On The Train

Rachel Watson adalah seorang pecandu judi seperti judi bola sbobet dan juga alkohol dan berusia 33 tahun, terhuyung-huyung sebab akhir pernikahannya bersama dengan Tom, yang meninggalkannya demi wanita lain. Minum Rachel telah memicu dia kehilangan pekerjaannya; dia kerap pesta mabuk-mabukan hingga pingsan. Saat mabuk, dia kerap melecehkan Tom, walaupun dia miliki sedikit atau tidak tersedia ingatan berkenaan tindakan ini begitu dia sadar. Tom sekarang menikah bersama dengan Anna Boyd dan miliki seorang putri bersamanya, Evie.

Dimana keadaan tersebut memicu kecenderungan Rachel untuk menghancurkan diri sendiri, sebab ketidak mampuannya untuk punya kandungan seorang anak yang mengawali spiral ke didalam alkoholisme. Rachel ikuti tradisi lamanya naik kereta ke London tiap tiap hari, satu pada jam 8:04 pagi dan yang lainnya jam 5:56 malam. Keretanya perlahan melalui rumah lamanya di Blenheim Road, area Tom, Anna, dan Evie sekarang tinggal. Dia terhitung terasa menonton dari kereta pasangan menarik yang tinggal lebih dari satu rumah dari Tom. Kehidupan Rachel tambah menarik dan menegangkan sehabis tetangga Tom bernama Meghan menghilang dan ditemukan mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *